Seorang Nenek Tewas Tenggelam di Curug Panganten Ciamis

www.wartagaluh.com CIAMIS – Seorang Nenek meninggal di Sungai Ciliung Cisaga, Kabupaten Ciamis.

Nenek itu sempat menghilang sehari sebelumnya, Nini Tarsih (65), ditemukan sudah jadi mayat.

Jasad  warga Dusun Kepel Kolot Rt  28 Rw 13 Desa Kepel Kecamatan Cisaga Ciamis tersebut ditemukan  terapung tersangkut  ranting bamboo di aliran Sungai Ciliung Blok Curug Pengantin Dusun Kepelkolot, Rabu (22/7) sekitar pukul 13.00.

Meski tercatat sebagai penduduk Lingkungan Pintu Singa Kelurahan/Kota Banjar, korban sehari-hari tinggal bersama anaknya di rumah anaknya di Dusun Kepel Kolot Rt 28 RW 13 dekat Curug Penganten Desa Kepel tersebut karena sudah tua dan pikun.  

Hari Selasa (21/7) Nini Tarsih sempat dilaporkan hilang karena sampai pukul 18.00 tidak kunjung pulang.

Seorang warga mengaku melihat korban sedang berjalan pulang ke Dusun Kepel Kolot sekitar pukul 16.30 Selasa sore.

Tapi sampai pukul 18.00 korban tidak sampai pulang ke rumah.  

Akhirnya pihak keluarga dan warga melapor ke aparat desa dan relawan Tagana serta Rapi.    

“Selasa (21/7) malam itu juga kami dari Tagana melakukan pencarian korban bersama relawan dari Rapi dan warga. Tadi malam setelah dari Rawa Pitik (Purwodadi) kami langsung ke Kepel ,” ujar Uju Suparman, relawan Tagan Ciamis, Rabu (22/7).

Pencarian yang melibatkan 4 relawan Tagana berikut relawan Rapi dan warga tersebut mencoba menelusuri jalan kampung serta ke arah Curug Penganten karena korban punya kebiasaan suka berjalan searah aliran Sungai Ciliung Blok Curug Penganten.

“Pencarian malam itu berlangsung sampai pukul 02.00 Rabu (22/7) dinihari. Tapi belum membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan kembali mulai Rabu (22/7) pagi,” katanya.

Pencarian yang juga melibatkan petugas TNI/Polri tersebut lebih difokuskan dengan penyisiran ke aliran Sungai Ciliung Blok Curug Penganten.

Sekitar pukul 13.00 Rabu (22/7) siang tersebut nasib Nini Tarsih diketahui.

Korban ditemukan sudah jadi mayat. Jasadnya ditemukan terapung di aliran Curug Penganten, tersangkut ranting bambu.

Jasad korban pertama kali ditemukan Aris (40). Aris yang tengah menelusuri kembali aliran air terjun Curug Penganten melihat jasad korban sudah mengapung di tengah aliran Curug Penganten. 

 Rabu siang itu jasad korban dievakuasi dari lokasi dan disemayamkan di rumah duka di Dusun Kepel Kolot  dan kemudian dimakamkan.

 

  • Bagikan melalui: