Pemkot Bandung Sebut Insentif Tenaga Medis Dibayar oleh Pemerintah Pusat

www.wartagaluh.com BANDUNG – Pemkot Bandung mengklaim insentif tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 langsung diberikan dari Pemerintah Pusat, tidak dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Demikian dikatakan Kepala Dinas (Dinkes) Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita, saat dihubungi, Kamis (20/8/2020).

"Kalau dari Pemkot kan tidak, semua honor yang berhubungan dengan Covid-19 oleh pusat," ujar Rita.

Pemerintah Daerah, kata dia, tidak memberikan insentif untuk tenaga medis, dan petugas pemulasaran jenazah. Alasannya, kata dia, insentif yang diberikan tidak boleh dobel.

"Kalau tenaga medis memang dapat dari pusat langsung semuanya juga, kan tidak boleh dobel, (Non PNS) dari pusat juga," katanya.

"Petugas pemulasaran jenazah yang klaim Rumah Sakit," tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menambahkan, tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 tidak dikenakan pemotongan tunjangan kinerja daerah (TKD).

"Mereka tidak kena rasionalisasi 25 persen, itu kebijakan sebagai penghargaan atas peran mereka di garis depan penanganan Covid-19," ujar Ema.

Sedangkan untuk non PNS atau tenaga harian lepas yang menangani jenazah Covid-19 di tempat pemakaman mendapat tambahan dari Pemkot Bandung.

"(Petugas) Itu ada 160 orang dan yang bersangkutan mendapat tambahan setiap penanganan per orang Rp. 250 ribu," katanya.

  • Bagikan melalui: