Polresta Bandung Kerahkan 1.800 Personel untuk Mengamankan Acara Pilkada Serentak di Tengah Pandemi

www.wartagaluh.com BANDUNG - Pelaksanaan Pilkada serentak di Kabupaten Bandung menjadi perhatian serius jajaran pengamanan dari Polresta Bandung.

Lantaran dalam pelaksanaan Pilkada Bandung kali ini berbeda dari peristiwa rutin lima tahun sebelumnya.

Untuk memilih calon Bupati dan calon Wakil Bupati Bandung pada 9 Desember 2020 mendatang, Pilkada akan digelar di tengah suasana pandemi Covid-19.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, SIK, mengatakan dalam pelaksanaan Pilkada Bandung mendatang harus tetap berjalan, meski saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19.

Polresta Bandung akan menyiapkan sekitar 1.800 personel yang disebar di semua wilayah di Kabupaten Bandung untuk pengamanan selama berlangsungnya pelaksanaan Pilkada Bandung itu.

Sedangkan jumlah personel yang ada di Polresta Bandung sebanyak 2.130 orang.

 “Para personel kepolisian itu untuk mengantisipasi terjadinya potensi gangguaan, dan pelanggaran pidana. Pola yang ditetapkan, dua petugas kepolisian memantau 10 tempat pemungutan suara (TPS) dan 20 Linmas. Pola lainnya, 1 polisi 5 TPS, kalau rawan 2 polisi 4 TPS, lebih rawan lagi 2 polisi 1 TPS dan 4 Linmas,” kata Hendra saat presentasi pada pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXXVI dan uji Kompetensi Jurnalis (UKW) angkatan XXXXX di Hotel Sutan Raja Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa 26 Desember 2020.

Diperkirakan ada penambahan jumlah TPS dari pelaksanaan pilkada sebelumnya pada lima tahun silam yaitu 5.098 TPS, imbuh Kapolresta Bandung.

“Dihitung ulang ada penambahan TPS menjadi 6.597 TPS pada Pilkada Bandung. Ada perbedaan sekitar 1.499 TPS, sehingga ada penambahan jumlah TPS, akan menambah personel dan anggaran,” katanya.

Ia pun mengatakan, ada pola pengamanan khusus dengan tingkat kerawanan pada pelaksanaan Pilkada Bandung, di antaranya saat pelaksanaan pencoblosan di Lapas, rumah sakit dan rutan kepolisian. Pasalnya, mereka yang sedang menjalani proses hukum memiliki hak untuk menyalurkan suaranya.

Kapolresta Bandung pun mengatakan, dalam pelaksanaan Pilkada Bandung itu, jajaran kepolisian berusaha untuk menghindari terjadinya penumpukan atau kerumunan masyarakat saat melaksanakan pencoblosan di TPS.

Lebih lanjut Hendra mengatakan, indikator keberhasilan dalam pelaksanaan Pilkada Bandung itu, pilkada berlangsung aman dari Covid-19. “Tidak terjadi kluster baru. Terjadi kluster baru, Pilkada tak berhasil,” ucapnya.

Kombes Pol Hendra mengatakan, indikator keberhasilan dalam pelaksanaan Pilkada itu, tingginya partisipasi masyarakat. Ia berharap dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, partisipasi pemilih tetap tinggi.

“Indikator keberhasilannya, tak ada konflik horizontal. Aman dari corona dan tak tercipta kluster baru,” harapnya.

Ia juga berharap, dapat diminimalisirnya pelanggaran pilkada, di antaranya terjadi money poitik, mahar politik, jual beli suara. Dengan adanya Pilkada ini, ia berharap sumber ekonomi masyarakat meningkat.

“Indikator keberhasilan lainnya, semua masyarakat, peserta dan pelaksana pemilu komitmen dan disiplin tinggi menjalankan prtokol kesehatan. Selain itu, masyarakat mendapatkan pendidikan politik yang benar. Bisa menciptakan pemimpin amanah dan mampu mensejahterakan masyarakat, dan memberikan keadilan,” pungkasnya.

  • Bagikan melalui: