Tahura Djuanda Berencana Membuat Aplikasi yang bisa Memantau Penerapan Jaga Jarak Antar Pengunjung

www.wartagaluh.com BANDUNG - Untuk mencegah penyebaran virus Corona, pengelola pun menerapkan protokol kesehatan, dari mulai membatasi pengunjung satu kali waktu, menyediakan tempat cuci tangan, melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala, dan berencana membuat aplikasi yang bisa memantau penerapan jaga jarak antar pengunjung.

Kepala Tahura Djuanda, Lianda Lubis mengatakan, pihaknya membatasi jumlah pengunjung per waktu masuk.

Satu kali masuk, kata dia, pengunjung dibatasi hanya sebanyak 350 orang saja.

Pihak pengelola pun menerapkan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala.

"Kita lakukan pembatasan kunjungan 350 orang per waktu masuk, kalau berkurang ada yang keluar, kita masukan lagi (pengunjung yang ada di luar)," katanya, Sabtu 29 Agustus 2020.

Tak hanya itu, lanjutnya, Tahura Djuanda berencana membuat aplikasi yang bisa memantau penerapan jaga jarak antar pengunjung.

Mengenai aplikasi jaga jarak, Lianda mengatakan pihaknya berencana meluncurkan aplikasi tersebut pada September mendatang.

Lewat aplikasi tersebut, nantinya pengunjung terpantau saat beraktivitas di Tahura.

Menurut Lianda, aplikasi tersebut akan dipasang di ponsel pengunjung.

Jika ada pengunjung yang berdekatan dengan jarak kurang dari satu meter, ponsel mereka akan berbunyi memberikan peringatan agar jaga jarak.

"Rencananya akan dimasukkan sistem aplikasi ke hp pengunjung, kalau berdekatan kurang dari satu meter, hp mereka akan bunyi," katanya.

  • Bagikan melalui: