Tetap Siaga meski Angka Menurun, Ajay M Priatna : Stunting Terlihat Setelah Bayi Berusia 2 Tahun

www.wartagaluh.com BANDUNG - Stunting merupakan keadaan berhentinya pertumbuhan pada anak. Penyebab utama penyakit Stunting adalah kekurangan gizi pada waktu yang cukup lama. Pemberhentian pertumbuhan meliputi pertumbuhan tubuh dan otak. Penyakit Stunting menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak-anak lain yang seusia dengannya. Penyakit Stunting juga menyebabkan keterlambatan perkembangan cara berpikir.

Begitu pula, Pemerintah Kota Cimahi semakin gencar mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan Stunting di Kota Cimahi. Hari ini, Senin (31/8/2020) diselenggarakan didua Kelurahan, yaitu Kelurahan Melong dan Kelurahan Karangmekar, Kota Cimahi.

Ajay M Priatna, Wali Kota Cimahi, menyampaikan bahwa Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita yang diakibatkan kekurangan gizi kronis.

"Dampaknya, anak terlalu pendek di usianya. Kekurangan gizi tersebut terjadi sejak bayi dalam kandungan dan kondisi Stunting mulai terlihat sejak bayi lahir dan diusia dua tahun," katanya.

Ajay menyampaikan, angka Stunting di Kota Cimahi menurun selama 3 tahun terakhir. Tahun 2017 angka Stunting mencapai 15,74 persen dan turun menjadi 9, 75 persen di tahun 2018.

Tahun 2019, angka Stunting kembali mengalami penurunan menjadi 9,07 persen. Selain berpengaruh pada fisik, Stunting juga berakibat pada kondisi kesehatan balita. Bayi menjadi gampang sakit, kemampuan kognitif berkurang, dan gangguan lainnya.

"Penyebab stunting, penanganan tentang gizi dan kesehatan hanya berkontribusi sebanyak 30 persen dan 70 persennya ialah karena sanitasi , pola pengasuhan, ketersediaan keamanan pangan, pendidikan, kemiskinan, dan situasi politik," kata Ajay.

Pemberian ASI ekslusif, memperhatikan sanitasi, memberikan gizi yang cukup khususnya saat hamil, menjadi upaya untuk pencegahan Stunting.

Pemerintah Jawa Barat secara umum sudah mencanangkan program "Zero Stunting" pada tahun 2023 untuk menekan angka Stunting di Jawa Barat.

  • Bagikan melalui: