Ratusan Pedagang Pasar Baru Lakukan Aksi Protes Buka-Tutup Jalan

www.wartagaluh.com BANDUNG - Sejak 18 September lalu, Pemerintah Kota Bandung melakukan buka tutup jalan di beberapa ruas jalan di kota Bandung sebagai salah satu bentuk pemberlakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diperkatat.

Penutupan jalan salah satunya dilakukan di Jalan Otista depan Pasar Baru pada jam 09.00 sampai dengan 11.00, dilanjutkan pukul 14.00 sampai dengan pukul 16.00, dan malam hari pukul 22.00 hingga pagi pukul 06.00.

Begitu pula, ratusan pedagang Pasar Baru Bandung turun ke jalan melakukan aksi protes terkait kebijakan buka tutup Jalan Otista-Suniaraja yang dilakukan Pemkot Bandung. Pasalnya kebijakan tersebut memberi dampak terhadap pendapatan para pedagang.

Senin (28/92020) water barier yang menutup jalan tersebut dibuka paksa dan dipindahkan oleh para pedagang ke pinggir jalan. Tidak ada perlawanan yang dilakukan oleh petugas yang berjaga di jalan tersebut.

"Kami minta jalan dibuka lagi," teriak para pedagang.

"Jalan ditutup, kita tidak makan," ucap pedagang lainnya.

Selain itu, spanduk dan poster tuntutan agar jalan kembali dibuka dibentangkan oleh para pedagang. 'KAMI PEDAGANG PASAR BARU AKSES JALAN OTISTA, JALAN ABC, JALAN CIKAPUNDUNG. MOHON DIBUKA!!!' tulis salah satu spanduk yang dibentangkan para pedagang.

Seperti diketahui, kebijakan buka tutup jalan dilakukan Pemkot Bandung untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayah yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Buka tutup jalan ini dilakukan setiap Pukul 09.00-11.00 WIB di pagi hari dan Pukul 14.00-16.00 WIB di sore hari.

Usai pembukaan paksa, kendaraan pun kembali melintas di Jalan Suniaraja-Otista dan para pedagang membubarkan diri kembali ke tempatnya masing-masing.

"Hari ini kami turun ke jalan, jalan harus dibuka," ujar salah satu pedagang Lutfi

Selain itu, Lutfi klaim, Pasar Baru aman dari COVID-19. "Pasar Baru aman, Kota Bandung aman," ujarnya.

  • Bagikan melalui: