Aa Umbara : Satu Saja Ada Yang Kena COVID, Semua Objek Wisata Harus Tutup.

www.wartagaluh.com BANDUNG BARAT - COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penyakit ini mengakibatkan pandemi koronavirus 2019–2020.

Adapun, pengusaha wisata di Kabupaten Bandung Barat memiliki komitmen jika satu objek wisata ditemukan ada kasus Covid-19 maka seluruh tempat wisata akan tutup. Sebagian besar objek wisata  berlokasi di Lembang dan sekitarnya.
 
Demikian diungkapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Ahad 27 September 2020. Hingga saat ini belum ditemukan kasus Covid-19 di objek wisata, baik menimpa pengunjung maupun pegawai tempat wisata.

"Satu saja ada yang kena, semua objek wisata harus tutup. Keputusan ini atas kesepakatan bersama pengusaha wisata di Kabupaten Bandung Barat,"  kata Bupati Umbara.

Karena itulah, lanjut Umbara, pengelola objek wisata menerapkan protokol kesehatan secara ketat baik kepada pengunjung maupun di lingkungan internal mereka.  Hal itu sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lokasi wisata.

"Hasil pantauan saya selama ini, pengelola wisata patuh menerapkan protokol kesehatan. Bagaimanapun juga bila sampai lengah dan ditemukan kasus Covid-19 maka yang rugi pengelolanya itu sendiri," ujarnya.

Ia kembali menegaskan, Pemkab Bandung Barat tidak perlu mengambil kebijakan untuk melarang wisatawan dari daerah tertentu yang banyak ditemukan kasus Covid-19, salah satunya dari Jakarta.
"Selama ini wisatawan asal Jakarta paling banyak yang berkunjung ke Bandung Barat. Tapi semenjak pandemi Covid-19,  jumlahnya terus menurun apalagi di Jakarta saat ini sedang diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pastinya bakal berpengaruh pada tingkat kunjungan," paparnya.

Maka dari itu, imbuh Umbara, untuk saat ini belum perlu dilakukan pelarangan wisatawan asal Jakarta maupun daerah yang masuk zona merah.

"Enggak perlu dibatasi, sekarang saja pengunjungnya tidak ada. Penurunan pengunjung sampai 70 persen, apalagi kalau diterapkan kebijakan larangan kunjungan wisatawan dari daerah tertentu kondisinya bisa bertambah parah," tuturnya.

  • Bagikan melalui: