Kota Bandung Bukan Zona Merah tapi Masih di Zona Oranye

www.wartagaluh.com BANDUNG - Berita Kota Bandung masuk zona merah Covid-19 yang beredar melalui media sosial WhatsApp, dibantah oleh Ketua Harian Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita. 

"Kota Bandung masih oranye, data itu (yang sebut zona merah) tidak ada sumber datanya dan tidak ada kasus aktifnya," ujar Rita melalui sambungan telepon, Sabtu (28/11/2020).

Rita mengatakan dengan kondisi Kota Bandung dalam zona oranye dengan Indeks 1.83, tetap warga harus waspada.

"Pemkot Bandung tetap selalu mengingatkan kepada masyarakat agar tetap melaksanakan 3M n 1T nya , setiap hari setiap saat," kata Rita.

Menurut Rita  pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta tidak berkerumun adalah kunci yang paling  penting.agar  terhindar dari Covid-19.

Langkah Pemkot selain tetap melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan dalam kondisi zona oranye juga  didalam kesiapan untuk RS rujukan dan Rumah Isolasi tetap berusaha terus menambah kapasitasnya agar masyarakat yabg memerlukan dapat terakomodir dengan  baik. 

Himbauan untuk warga Kota Bandung  agar dapat menjaga diri dan juga keluarga serta orang di sekitar dari terpaparnya covid 19 dengan tetap melakukan protokol Kesehatan ketat di setiap kegiatan.

Sementara itu Ema Sumarna, memastikan tim khusus (Timsus) telah berjalan. Sebanyak 12 Timsus telah intensif mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di mal, pusat-pusat pedagangan, dan toko modern.

"Mereka memantau dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan. Mulai dari soal mengenakan masker, mencuci tangan dengan benar, dan menjaga jarak," ujar  Ema, Sabtu (28/11/2020.)

Menurut , Ema timsus tersebut mengawasi bidang-bidang usaha yang telah memperoleh relaksasi. Namun saat ini anggota timsus baru berasal dari Dinas Perdagangan dan Perindustri (Disdagin). 

Ema memastikan, dalam waktu dekat timsus juga akan melibatkan dinas lainnya seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar). Karena Disbudpar berkaitan dengan relaksasi di bidang pariwisata dan hiburan.

"Salah satu relaksasi yang renta terjadi pelanggaran yaitu di bidang wisata. Oleh karenanya, nanti  akan mengoptimalkan pengawasannya," ujar Ema yang juga Sekretaris Daerah Kota Bandung.

Sementara itu, Koordinator Bidang Logistik Percepatan Penangan Covid -19 Kota Bandung, Elly Wasliah mengungkapkan, 12 tim tersebut murni pegawai Disdagin Kota Bandung. 

"12 tim yang dilibatkan ini murni semua pegawai Disdagin. Satu timnya 4 sampai 5 orang, mereka bertugas untuk melalukan pemantauan penerapan protokol kesehatan yang ada di 24 pusat perbelanjaan (mal), toko modern, toko mandiri dan sentra industri," tuturnya.

Elly mengungkapkan, timsus tersebut memiliki kewenangan untuk memantau penerapan protokol kesehatan. Mulai dari pengukuran suhu tubuh sampai simbol-simbol di area pusat perbelanjaan. 

"Kita memantau penerapan protokol kesehatan. Bahkan hingga pengoperasian lift dan tempat salat," 

"Apakah para petugasnya di resto atau cafe mengenakan sarung tangan dan masker? Apakah ada kerumunan atau tidak," tutur Elly.

Elly mengatakan, sebetulnya rutin melakukan pemantauan. Relaksasi itu harus dimonitor penerapan protokol kesehatan, jam operasional, dan pengunjung juga.

  • Bagikan melalui: