Ratusan Tenaga Medis RSUD Indrasari Rengat Aksi Diam

www.wartagaluh.com BANDUNG - BPJS Kesehatan merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan memiliki tugas untuk menyelenggarakan jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia.

Adapun, ratusan tenaga medis RSUD Indrasari Rengat, Indragiri Hulu, Riau, menggelar aksi diam di halaman depan rumah sakit tersebut, Jumat (11/9/2020).

Para tenaga medis menuntut pembayaran insentif atau uang jasa yang bersumber dari BPJS yang belum dibayarkan selama 8 bulan, mulai Januari 2020 hingga sekarang.

Aksi diam petugas media itu membuat Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Yopi Arianto mengamuk.

Ia mendatangi peserta aksi dan mengacam memecat para tenaga medis, khususnya tenaga honorer.

Tak hanya itu, 10 orang tenaga medis RSUD Indrasari Rengat dipanggil dan dimintai keterangan oleh Inspektorat Daerah.

Para tenaga medis disuruh mengisi surat pernyataan.

Di dalam surat pernyataan itu diuraikan bahwa tenaga medis menyatakan permohonan maaf kepada Bupati Kabupaten Inhu, kepada Kepala Dinas Kesehatan dan kepada direktur serta jajaran managemen RSUD Indrasari Rengat.

Dalam surat pernyataan itu juga disebutkan bahwa tenaga medis menyatakan menerima pembagian jasa BPJS sesuai dengan aplikasi yang telah disepakati.

Tenaga medis juga harus berjanji tidak akan mengulangi aksi serupa dan tetap melaksanakan pelayanan sesuai SOP.

Kepala Inspektorat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Boyke David Elman Sitinjak ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan terhadap tenaga medis pasca aksi.

“Benar, ada 10 orang tenaga medis dimintai keterangannya usai aksi kemarin,” ujar Boyke David Elman Sitinjak, Sabtu (12/9/2020).

Pemanggilan dan permintaan keterangan terhadap 10 orang tenaga medis tersebut dimulai Jumat pukul 20.00 WIB hingga Sabtu (12/9) pukul 01.00 WIB.

Para tenaga medis itu dipanggil dan diperiksa untuk mengungkap dalang dan motif aksi diam di RSUD Indrasari Rengat.

Pemanggilan masih terus dilakukan terhadap 60 orang tenaga medis pada Senin (14/9/2020) mendatang.

Hanya saja, pemanggilan tersebut dilakukan secara bergantian yakni pagi, siang dan sore agar tidak menggangu terhadap pelayanan di RSUD Indrasari.

 “Pemanggilan dijadwalkan hingga Kamis (17/9/2020) mendatang. Karena ada sekitar 206 orang,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan terhadap ratusan tenaga medis akan disimpulkan pada Jumat (18/9/2020).

  • Bagikan melalui: