Masjidil Haram di Saudi Masjid Tertua Mengelilingi Ka'bah

News - Jumat, 24 Oktober 2025

251117194851-masji.jpeg

Foto : IrsyadIstw

Tangkapan Layar: Masjidil Haram di Saudi Masjid Tertua yang mengelilingi Kabah.

BANDUNG --  Masjidil Haram atau Masjid Al Haram ini terletak di di pusat Kota Mekkah, Arab Saudi, hal itu sebagai salah satu tempat yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Hal tersebut begitu istimewa karena di dalamnya terdapat Ka'bah, Baitullah. Masjid ini memang dibangun mengelilingi Ka'bah, yang merupakan arah kiblat bagi umat Islam saat melakukan ibadah salat.

Tak sedikit yang menyebutkan bahwa masjid Al Haram ini begitu istimewa. Hal itu, karena berdasarkan hadits shahih, satu kali melaksanakan salat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.

Sementara itu, Masjidil Haram ini juga menjadi masjid tertua di dunia, hal ini dianggap sebagai tempat paling suci bagi umat Islam. Masjid ini pula merupakan prioritas utama ketika seluruh umat islam menjalankan ibadah haji atau umrah.

Hingga kini, waktu tepatnya saat pembangunan Masjidil Haram ini tidak diketahui secara pasti. Namun, banyak yang meyakini bahwa pembangunannya telah terjadi sejak Nabi Adam turun ke bumi. Bangunan tersebut,  sempat hancur akibat air bah pada masa ata era Nabi Nuh.
Kemudian, beberapa abad seterusnya, Allah menurunkan wahyu dan memerintahkan Nabi Ibrahim dan anaknya, Nabi Ismail agar membangun sebuah bangunan di tengah perempatan kota Makkah untuk dijadikan sebagai tempat beribadah.

Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail juga yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim di sekitaran Ka'bah. Sejak pembangunan itu, Ka'bah dan Masjidil Haram terus dijaga oleh para keturunan Nabi Ismail.

Kehidupan terus berjalan tepatnya pada era 638 Masehi, perluasan pembangunan Masjidil Haram dimulai di saat era khalifah Umar bin Khattab. Ketika itu, khalifah yang juga sahabat rasul tersebut membeli rumah-rumah di sekitaran Ka'bah, yang kemudian dirobohkan demi tujuan utama yakni perluasan Masjidil Haram.

Kala itu, pada masa kepemimpinan khalifah Usman bin Affan, sekitar tahun 647 Masehi, perluasan Masjidil Haram juga dilanjutkan kembali. Luasnya secara keseluruhan Masjidil Haram  ini, mencapai 356.800 m2(3.841.000 sq ft), tentunya dengan kemampuan menampung jemaah di dalam masjid sebanyak 820.000 jemaah disaat musim haji.

Kini, Masjidil Haram perlu mempersiapkan diri kembali untuk menghadapi lonjakan jemaah pada 10 hari terakhir bulan suci Ramadan tahun ini. Pada saat Ramadan tahun lalu saja, hampir 19 juta orang beribadah di perluasan ketiga Masjidil Haram.

Pada 2030 nanti, pemerintah Arab Saudi bahkan berencana meningkatkan daya tampung Masjidil Haram menjadi 30 juta jemaah. Tujuan utamanya sudah pasti untuk memberi kesempatan bagi seluruh jemaah agar dapat lebih banyak umat Islam untuk melakukan ibadah haji dan umrah dan melakukan salat di Masjidil Haram.

Penulis/Pewarta: Irsyad
Editor: Irsyad
©WARTAGALUH.COM 2025