Tempat Peristirahatan Rasulullah SAW di Kota Madinah
News - Jumat, 24 Oktober 2025

Foto : IrsyadIstw
Tangkapan Layar: Masjid Nabawi di Kota Madinah
BANDUNG -- Kota Madinah yakni salah satu dari 2 (dua) kota tersuci umat Islam, dan menjadikan kota tersebut sebagai tujuan utama bagi seluruh jemaah haji dan umrah dari segala penjuru dunia. Kota Madinah itu, terpusat di sekitar Masjid Nabawi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.
Kota suci kedua setelah Mekah tersebut, mempunyai julukan dengan "Al-Madinah Al-Munawwarah" yang berarti "Kota Bercahaya", dikarenakan peran utamanya dalam kehidupan Rasulullah SAW dalam penyebaran umat Islam. Terletak sekitar 453 kilometer dari Mekkah, Kota Madinah dikelilingi oleh bukit-bukit tandus dari Pegunungan Hijaz, dengan Gunung Uhud sebagai puncak tertinggi.
Sebelum bernama Madinah, kota ini lebih dikenal sebagai Yatsrib. Belum jelas, kapan awal mula kehidupan di Madinah, tetapi pemukiman Yahudi sudah terdeteksi di sana pada zaman pra-Kristen. Arus utama orang Yahudi diyakini terjadi sebagai akibat pengusiran mereka dari Palestina oleh Romawi pada 135 M. Tak sedikit, suku Yahudi terkemuka yang mendiami daerah tersebut yakni Bani Qaynuqa', Bani Qurayza, dan Bani Al-Nadir, dikutip dari Aljazeera.
Setelah runtuhnya bendungan Marib di Yaman, beberapa suku Arab tiba di Madinah, termasuk di antaranya yakni suku Aws dan Khazraj. Kedatangan orang Arab itu tentu membawa perselisihan dengan orang Yahudi. Namun, kedua kelompok sepakat untuk melindungi Madinah dari serangan luar. Nabi Muhammad SAW hijrah atau berpindah dari Mekkah dan menjadi tonggak baru sejarah Kota Madinah. Di tahun yang sama, Rasulullah SAW membuat Piagam Madinah (Mitsaq al-Madinah) yang mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di kota tersebut.
Adanya konstitusi itu, masyarakat Madinah yang berasal dari berbagai suku dan agama dapat hidup dengan adil dan harmonis. Kota Madinah pun menjadi ibu kota administrasi dari pusat pemerintahan Islam hingga 661 M. Pada 1517, Kota Madinah berada dalam kawasan Turki Utsmani, dikutip dari Britannica. Sekitar 1904 dan 1908 orang-orang Turki telah membangun rel kereta api Hijaz ke Medina dari Damaskus, hal itu dalam upaya memperkuat dan memastikan kontrol Turki Utsmani atas haji. Kekuasaan Turki Utsmani inipun berakhir pada 1912, usai jatuh ke tangan Ibn Saud.
Di Kota Madinah tersebut, terdapat 3 (tiga) situs penting yang menjadi saksi perjalanan Islam, yakni Masjid Nabawi, Masjid Quba, dan Gunung Uhud. Di Masjid Nabawi ini, merupakan tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW dan dapat menampung hingga 1 juta Jemaah haji ataupun umrah, dikutip dari Visit Saudi. Hal itu, menjadi bangunan pertama di Jazirah Arab dengan lampu listrik, yang dipasang pada 1909. Sedangkan Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan menuju Madinah. Ketika itu, Nabi SAW beserta para pengikutnya berhenti di desa Quba dan meletakkan batu fondasi pertama masjid.
Dan Gunung Uhud ini, merupakan medan pertempuran perang umat Islam yang dipimpin oleh Nabi SAW untuk melawan pasukan dari Mekkah. Gunung ini menjulang sekitar 1.077 meter dan bisa didaki untuk mengamati medan perang dengan lebih baik. Di dekatnya terdapat pemakaman pasukan Muslim yang gugur dalam Perang Uhud. Gunung ini berada di timur laut pusat kota Madinah.
Penulis/Pewarta: Irsyad
Editor: Irsyad
©WARTAGALUH.COM 2025