Tinjau Korban Kebakaran Babakan Ciparay, Erwin Tegaskan Pemkot Hadir untuk Warga

Ragam - Jumat, 17 Juli 2026

260721134716-tinja.jpeg

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan proses penanganan pascakebakaran yang melanda permukiman warga di Gang Misbach, Jalan Babakan Ciparay, RT 06 RW 02, Kelurahan Sukahaji, akan dilakukan secara menyeluruh. Selain memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, pemerintah juga menyiapkan bantuan pemulihan tempat tinggal melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat rehabilitasi.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat meninjau langsung lokasi kebakaran pada Jumat, 17 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia berdialog dengan warga sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Erwin menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga. Ia juga memperoleh laporan bahwa terdapat satu korban yang mengalami luka bakar sekitar 70 persen dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Atas nama Pemerintah Kota Bandung, kami turut prihatin atas musibah yang menimpa warga di Babakan Ciparay ini. Tadi kami juga mendapat informasi ada satu korban yang mengalami luka bakar sekitar 70 persen. Insyaallah kalau ada waktu saya juga akan menjenguk korban," ujar Erwin.

Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran menghanguskan lima unit rumah yang dihuni oleh tujuh kepala keluarga. Pemerintah Kota Bandung langsung mengoordinasikan langkah-langkah penanganan agar para korban segera mendapatkan bantuan.

Menurut Erwin, kebutuhan dasar para penyintas akan dipenuhi melalui Dinas Sosial selama masa tanggap darurat sehingga warga tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari meski kehilangan tempat tinggal.

"Insyaallah melalui Dinas Sosial, warga yang terdampak akan kami bantu untuk memenuhi kebutuhan selama kurang lebih satu bulan," katanya.

Selain bantuan logistik, pemerintah juga mulai menyiapkan proses rehabilitasi rumah yang rusak akibat kebakaran. Upaya tersebut akan dilakukan melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dikelola Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

Pemkot Bandung juga akan mengoptimalkan kolaborasi dengan Baznas serta sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) agar proses pembangunan kembali rumah warga dapat berlangsung lebih cepat.

"Kemudian untuk pembangunan rumah, insyaallah akan dibantu melalui program Rutilahu dari DPKP. Selain itu kami juga akan berkoordinasi dengan Baznas dan mitra CSR agar dapat membantu warga yang terdampak," ujarnya.

Menurut Erwin, pemulihan pascakebakaran tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga pendampingan terhadap kondisi psikologis warga yang kehilangan tempat tinggal. Terlebih, salah satu korban masih menjalani perawatan akibat luka bakar berat sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Karena itu, Pemkot Bandung akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kewilayahan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan hingga masyarakat dapat kembali tinggal dengan aman.

"Insyaallah Pemerintah Kota Bandung akan hadir untuk warga yang sedang mengalami musibah seperti ini," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Erwin juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan tabung LPG 3 kilogram, yang beberapa kali menjadi salah satu pemicu kebakaran di kawasan permukiman.

Ia meminta masyarakat rutin memeriksa kondisi tabung, regulator, selang, serta instalasi gas sebelum digunakan agar risiko kebakaran dapat diminimalkan.

"Tabung gas 3 kilogram ini sudah beberapa kali kejadian (salah satu pemicu kebakaran). Jadi tolong waspadalah terkait gas 3 kilogram ini, diperiksa dengan benar," imbau Erwin.

Melalui penanganan cepat yang melibatkan berbagai perangkat daerah dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi warga terdampak hingga proses pemulihan selesai. Selain memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, pemerintah berharap percepatan rehabilitasi rumah dapat membantu para korban segera kembali menjalani kehidupan secara normal.

Penulis/Pewarta: Irsyad
Editor: Irsyad
©WARTAGALUH.COM 2026