Menjelang Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020, FPPKT Minta Partai Tampung Aspirasi Ponpes

www.wartagaluh.com TASIKMALAYA - Menjelang Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020, sebanyak 97 Ponpes yang tergabung dalam Forum Pondok Pesantren Peduli Kabupaten Tasikmalaya (FPPKT) meminta partai politik untuk merekomendasikan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang memiliki Ideologi Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah, peduli terhadap kesejahteraan masyarakat serta peduli terhadap pengembangan Pondok Pesantren.

"Kabupaten Tasikmalaya adalah kota santri kota aswaja, kami memandang Kab.upaten Tasikmalaya butuh kepemimpinan yang berideologi Aswaja, jadi kami keberatan utamanya partai yang lahir dari NU Sebut aja PKB jika merekomendasikan calon bupati atau wakil bupati dari luar kader Aswaja." kata Ketua FPPKT, Aa Fuad Mukhlis melalui ponselnya, Sabtu (22/8/2020).

Sebab, lanjut pengasuh Ponpes Baitul Qur'an Ranca Maya, Desa Ciaptat, Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikamalaya itu, latar kepemimpinan akan sangat berpengaruh terhadap pola kepemimpinannya terutama terhadap pondok pesantren dan kegiatan keagamaan.

Dengan demikian FPPKT, kata Fuad, memiliki tiga kriteria calon bupati dan wakil bupati yang diharapkan diusung dalam perhelatan Pilkada pada 3 Desember 2020.

Pertama, calon bupati dan wakil bupati yang memiliki visi dan misi untuk memajukan Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar memiliki uang.

Kedua, calon bupati maupun wakil bupati harus mengerti birokrasi atau punya pengalaman di birokrasi.

"Dan yang paling pokok kami perhatikan adalah kriteria ketiga yakni memiliki Akhlaqul karimah ini berhubungan dengan ideologi, intinya kami tidak ingin ada calon di luar ideologi Ahlusunah Waljamaah," ujar Fuad.

Untuk itu, lanjut Fuad, pihaknya berharap semua partai politik untuk mendengar apa yang menjadi aspirasi FPPKT yang terdiri dari 97 Ponpes tersebut.

Fuad juga berharap para petinggi partai untuk turun langsung ke bawah mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi pondok pesantren.

"Utamanya kepada PKB. Kami berharap PKB yang terlahir dari ponpes dan peduli terhadap pondok pesantren. Petingginya coba turun ke lapangan untuk mendengar aspirasi para pimpinan pondok pesantren, siapa saja yang seharusnya direkomendasikan, bukan hanya melihat dinamika di atas saja," kata Fuad.

Sementara itu pengurus DPC PKB Tasikmalaya yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi PKB Ami Fahmi mengatakan, para mustasyar DPC PKB Tasikmalaya berharap calon yang diusung PKB adalah calon yang memiliki Ideologi Ahlusunah waljamaah, punya pengalaman dan punya visi dan misi untuk membawa perubahan Kabupaten Tasikmalaya lebih baik lagi.

"Para mustasyar PKB serta para tokoh tidak menghendaki kepemimpinan yang aqidahnya tidak sesuai dengan aqidah Ahlusunah waljamaah, saya kahwatir jika pilihan calon PKB tidak sesuai dengan itu, akan membuat PKB merosot di waktu yang akan datang," ujar Ami.

Dengan demikian pihaknya berharap DPP PKB dalam menetapkan calon bupati dan wakil bupati Tasikmalaya bisa mempertimbangkan apa yang menjadi aspirasi para tokoh yang ada daerah.

"Sebelum menetapkan calon, kami berharap DPP DPP PKB bisa menampung langsung aspirasi masyarakat yang ada di bawah," ujarnya.

  • Bagikan melalui: