Pemkab Majalengka Memperbolehkan KBM Tatap Muka, Disambut Antusias Oleh Sejumlah Sekolah.

www.wartagaluh.com MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka sudah memperbolehkan Kegiatan Belajar Mengajar/kbm tatap muka.

Kegiatan itu disambut antusias oleh sejumlah sekolah.

Salah satunya, digelar oleh SMPN 2 Jatiwangi Majalengka pada, Senin (24/8/2020).

Mereka datang menggunakan masker sesuai dengan arahan pihak sekolah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Pihak sekolah menyambut para siswa dengan peralatan kesehatan sesuai protokol kesehatan.

Setiap siswa, dicek satu persatu suhu tubuhnya persis di depan gerbang sekolah.

Untuk yang tidak menggunakan masker, pihak sekolah sudah menyediakan dan nantinya diberikan kepada siswa yang bersangkutan.

Selanjutnya, ketika sudah berada di kelas, para siswa tersebut diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

Tak lupa, penggunaan masker tetap dipakai hingga pembelajaran di kelas dimulai.

Pihak sekolah juga, sudah mengatur sedemikian rupa untuk keamanan jaga jarak yang mana setiap meja diisi oleh satu siswa.

Kegiatan KBM secara tatap muka tampaknya dismabut antusias oleh sejumlah pelajar.

Kepala SMPN 2 Jatiwangi Majalengka, Ragung mengatakan sesuai instruksi dari Bupati Majalengka dan Dinas Pendidikan pihaknya akhirnya bisa menggelar KBM secara tatap muka.

Jauh-jauh hari, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk seluruh prosedur yang harus ditempuh untuk syarat kegiatan tersebut bisa digelar.

"Setelah kami mendapatkan Surat Edaran pada Rabu kemarin, kami langsung bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan dan Puskesmas untuk mempersiapkan protokol kesehatan," jelas Ragung.

Dirinya menjelaskan, menghadapi KBM tatap muka di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini, pihaknya menggunakan metode Blended Learning.

Yakni, seluruh jumlah siswa sebanyak 1.048 dibagi menjadi dua gelombang.

"Jadi, setiap kelas di kami kan berjumlah 32 orang, nah saat ini yang mengikuti KBM tatap muka berjumlah 16 orang, sisanya masih belajar daring. Untuk besok hari, gantian yang hari ini daring belajar tatap muka," katanya.

Dengan demikian, Ragung menyatakan, tugas guru saat ini terpecah menjadi dua.

Di sisi lain mengajar di sekolah, di samping itu harus tetap memberi materi kepada siswa yang belajar secara daring.

"Setiap harinya pembelajaran akan dimulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Tidak ada waktu istirahat dan diwajibkan para siswa berbekal sendiri dari rumah," tutur dia.

  • Bagikan melalui: