DPRD Jabar, Haru Suandharu menilai Indonesia Sedang Alami fase pencarian jati diri

www.wartagaluh.com BANDUNG - Anggota DPRD Jabar, Haru Suandharu menilai Indonesia sedang mengalami fase pencarian jati diri sehingga ‘rasa’ kebangsaan rakyat Indonesia terganggu.

Hal  ini terbukti dengan banyaknya gesekan horisontal di masyarakat dan juga dengan adanya kelompok yang merasa ‘Pancasilais’,

Pernyataan ini sempat diungkapkan Haru dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh  di Gedung Keadilan Jabar, Jalan Sukarno Hatta – Bandung, Selasa 25 Asgustus 2020.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang berketuhanan. Namun mengapa, ritual keagamaan seringkali dianggap sebagai sebuah kemunduran.

"Lalu adanya ketimpangan sosial yang besar, hoaks merajalela seiring berkembang pesatnya dunia digital tanpa diiringi budaya literasi yang baik sehingga gelombang globalisasi yang membuat akulturasi dan pertukaran budaya menguat,” katanya.

Ia mengatakan, Pancasila yang disahkan secara hukum pada tanggal 18 Agustus 1945 merupakan gentlemen’s agreement antara Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekularis.

Tokoh-tokoh Islam bersepakat untuk mengeluarkan tujuh kata dalam Piagam Jakarta yaitu “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya“ agar aspirasi saudara kita dari agama lainnya bisa diakomodir.

“Indonesia memang bukanlah negara agama maupun negara sekuler, tetapi negara berketuhanan,” ujar Haru.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini merupakan program yang telah lama digelar dan dilaksanakan secara berkala oleh legislatif sebagai pengokohan Pilar Kebangsaan pada warga negara Indonesia.

Tujuannya, agar warga negara lebih memahami jati diri bangsa yang sudah disepakati oleh para founding father bangsa Indonesia.

Acara dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat  dengan para peserta yang jumlahnya terbatas. Hal ini sebagai wujud kepatuhan terhadap himbauan pemerintah dan juga untuk menghindari penularan Covid-19.

  • Bagikan melalui: