10 Pasangan Jadi Tontonan di Halaman Kecamatan Mangkubumi

www.wartagaluh.com TASIKMALAYA – Perbuatan asusila adalah perbuatan yang berhubungan dengan merusak kesopanan dalam lingkungan nafsu berahi kelamin

Adapun, agar memberikan efek jera, puluhan pasangan muda-mudi yang terjaring razia lantaran kedapatan berbuat asusila di sejumlah hotel di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat, 23 Oktober 2020, sore diberi pembinaan di ruang terbuka.

Mereka diberikan pembinaan di halaman kantor Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

Pembinaan kepada para pasangan yang dilakukan di halaman terbuka tersebut sontak saja menjadi tontonan warga sekitar. Bukan hanya orang dewasa, sejumlah anak-anak pun ikut menonton mereka.

Camat Mangkubumi, Dahlan Arifin mengatakan, razia ke hotel-hotel merupakan bagian dari penerapan Peraturan Daerah (Perda) Tata Nilai yang berlaku di Kota Tasikmalaya.

Razia pekat tersebut diikuti oleh aparat yang melibatkan unsur TNI, polisi, dan satuan polisi pamong praja. Razia juga melibatkan unsur ulama dan tokoh masyarakat setempat.

"Ini adalah sinergitas dalam penerapan Perda Tata Nilai untuk meminimalisir perbuatan maksiat di wilayah kita," katanya kepada wartawan.

Ia menerangkan, razia itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di Kecamatan Mangkubumi. Pengelola hotel yang masih membiarkan perbuatan tak sesuai Perda Tata Nilai juga diberikan teguran. Namun, ia mengaku tak bisa memberikan sanksi langsung kepada pengelola hotel.

"Kita hanya tegur mereka. Kalau tidak ada perubahan, kita sampaikan ke Pemkot untuk ditindaklanjuti," terangnya.

Dalam Pasal 5 ayat 5 huruf B Perda Kota Tasikmalaya Nomor 7 Tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius di Kota Tasikmalaya menyebutkan, perbuatan yang harus dihindari adalah perzinahan atau pelacuran, baik yang dilakukan oleh orang yang berbeda jenis kelamin maupun oleh orang yang berjenis kelamin sama.

Sementara itu, tokoh agama di Kecamatan Mangkubumi, Ustadz Yanyan Albayani mengatakan, kegiatan razia itu merupakan penerapan Perda Tata Nilai secara langsung di wilayah itu.

Menurut dia, dengan kegiatan yang dilakukan secara rutin itu, penyakit masyarakat dapat diminimalisir. Apalagi sekarang masih situasi pandemi Covid-19, di mana masyarakat semestinya bertobat, alih-alih berbuat maksiat.

"Namun kenyataannya di beberapa hotel masih ditemukan kegiatan maksiat. Di sana mereka yang bukan muhrim melakukan asusila baik dengan pacarnya, selingkuhannya, juga dengan PSK," tutur Yayan yang juga pemimpin FPI Kota Tasik.

Ia menegaskan, dari hasil razia yang dilakukan pada Jumat sore itu ditemukan 20 orang muda-mudi yang sedang melakukan perbuatan asusila. Menurut dia, seluruhnya bukanlah pasangan mahram. Bahkan, sudah ada beberapa yang memiliki istri atau suami.

Yanyan menambahkan, mayoritas warga yang terjaring razia bukanlah warga Kecamatan Mangkubumi. Rata-rata mereka berasal dari kecamatan lain, bahkan luar Kota Tasikmalaya.

Para muda-mudi itu akhirnya dibawa ke Kantor Kecamatan Mangkubumi untuk diberikan pembinaan. "Kita tadi lakukan pembinaan agar mereka tak berbuat seperti itu lagi. Karena kalau mereka berbuat maksiat di sini, yang dosa warga Mangkubumi juga," tambahnya.

Setelah diberikan pembinaan, pasangan muda-mudi itu dapat kembali pulang. Dengan catatan, harus ada perwakilan dari keluarganya yang menjemput, agar pihak keluarga juga dapat memberikan pembinaan.

Dengan ditemukannya banyak pasangan muda-mudi yang berbuat asusila di hotel yang terletak di Kecamatan Mangkubumi, pihaknya akan menggelar rembuk dengan unsur forum komunikasi pimpinan kecamatanan.

Nantinya, hotel-hotel yang sudah berulang kali membiarkan perbuatan asusila terjadi akan diberikan peringatan keras. Padahal, seharusnya manajemen hotel bisa lebih selektif dalam menerima tamu, sehingga perbuatan asusila tak sampai terjadi.

"Ada beberapa hotel, ketika kita razia, selalu ada yang berzina. Selepas ini, kami akan menyurati Pemkot agar meninjau ulang izin hotel yang nakal," pungkasnya.

  • Bagikan melalui: